Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Banjar Bekali Warga Binaan Kemampuan Qiroah dan Tajwid Al-Qur'an
Kode: Pembinaan
Selasa, 20 Oktober 2026
Banjar, 20 Oktober 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar terus memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan melalui kegiatan pembelajaran Qiroah dan Tajwid Al-Qur'an bagi Warga Binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas Banjar dalam membentuk pribadi yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki bekal spiritual yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2026 tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan Warga Binaan dalam membaca Al-Qur'an secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Melalui bimbingan yang terarah, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai makharijul huruf, hukum bacaan tajwid, serta praktik membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan memperhatikan ketepatan pelafalan dan panjang pendek bacaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat nilai moral, serta mendorong perubahan perilaku positif bagi Warga Binaan.
"Pembinaan keagamaan bukan sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, memperbaiki diri, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Tutut Prasetyo.
Lebih lanjut, Tutut menyampaikan bahwa Lapas Banjar berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan Warga Binaan terhadap Al-Qur'an, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjadi bekal spiritual yang terus mereka amalkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat," tambahnya.
Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2026 tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan Warga Binaan dalam membaca Al-Qur'an secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Melalui bimbingan yang terarah, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai makharijul huruf, hukum bacaan tajwid, serta praktik membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan memperhatikan ketepatan pelafalan dan panjang pendek bacaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat nilai moral, serta mendorong perubahan perilaku positif bagi Warga Binaan.
"Pembinaan keagamaan bukan sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, memperbaiki diri, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Tutut Prasetyo.
Lebih lanjut, Tutut menyampaikan bahwa Lapas Banjar berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan Warga Binaan terhadap Al-Qur'an, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjadi bekal spiritual yang terus mereka amalkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat," tambahnya.
#perkuat-pembinaan-kepribadian-lapas-banjar-bekali-warga-binaan-kemampuan-qiroah-dan-tajwid-al-quran
← Kembali