Perdalam Ilmu Agama, Santri Ruhhul Qudsi Warga Binaan Lapas Banjar Ikuti Pembinaan Hadis Arbain Bagian II Bersama Kemenag
Kode: Pembinaan
Selasa, 29 September 2026
KOTA BANJAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar kembali memperkuat program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan melalui kajian kitab Hadis Arbain Bagian II bagi warga binaan yang tergabung dalam Pesantren Ruhhul Qudsi Lapas Banjar pada Senin (28/09/2026).
Kegiatan pembinaan rohani Islam ini diselenggarakan di Masjid At-Taubah Lapas Banjar dengan menghadirkan langsung tenaga penyuluh agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar sebagai pemateri utama. Program ini difokuskan untuk membekali para santri warga binaan dengan pemahaman akidah, syariat, dan akhlak yang bersumber dari hadis-hadis Rasulullah SAW.
Dalam sesi kajian kali ini, penyuluh Kemenag Kota Banjar mengupas kelanjutan kandungan hadis-hadis pilihan dalam kitab Arbain Nawawiyah, dengan penekanan pada nilai ketakwaan, kejujuran, pengendalian hawa nafsu, serta pentingnya berbuat kebaikan antarsesama dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui metode tanya jawab guna memastikan nilai-nilai kebaikan tersebut dapat dipahami dan diresapi secara mendalam.
Penyuluh dari Kemenag Kota Banjar turut memberikan apresiasi atas antusiasme dan kesungguhan para santri warga binaan dalam menyimak serta mencatat setiap untaian hadis yang dipelajari. Menurutnya, pemahaman hadis tematik seperti Arbain Nawawiyah sangat efektif dijadikan pedoman praktis bagi warga binaan untuk membangun benteng moral, memperbaiki tata krama, serta menumbuhkan keikhlasan dalam menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Program Pesantren Ruhhul Qudsi ini sendiri merupakan salah satu inovasi unggulan pembinaan kepribadian di Lapas Banjar yang memadukan kurikulum keagamaan terstruktur dengan pembiasaan ibadah harian. Melalui sinergi lintas instansi ini, Lapas Banjar berkomitmen menyediakan sarana edukasi spiritual yang konsisten, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani sanksi pidana, melainkan juga memperoleh bekal ilmu agama yang kokoh untuk reintegrasi sosial di masa mendatang.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan di Pesantren Ruhhul Qudsi merupakan sarana fundamental dalam proses pemulihan kesadaran dan transformasi perilaku warga binaan.
"Pembinaan kepribadian melalui pendalaman hadis ini diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan batin sekaligus menjadi lentera bagi warga binaan dalam memperbaiki diri. Kolaborasi berkesinambungan bersama Kemenag Kota Banjar menjadi wujud nyata komitmen kami untuk mencetak insan yang bertakwa, berakhlak mulia, dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat saat bebas nanti," ujar Tutut Prasetyo.
Melalui bimbingan rutin ini, jajaran pembinaan Lapas Banjar terus memantau perkembangan moral dan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti setiap modul keagamaan, yang juga menjadi bagian dari rekam jejak penilaian pembinaan pada Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan tertib, khusyuk, dan aman, diakhiri dengan doa bersama sebelum para santri warga binaan kembali ke blok hunian masing-masing. (AT/Timhumaslapasbanjar)
Kegiatan pembinaan rohani Islam ini diselenggarakan di Masjid At-Taubah Lapas Banjar dengan menghadirkan langsung tenaga penyuluh agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar sebagai pemateri utama. Program ini difokuskan untuk membekali para santri warga binaan dengan pemahaman akidah, syariat, dan akhlak yang bersumber dari hadis-hadis Rasulullah SAW.
Dalam sesi kajian kali ini, penyuluh Kemenag Kota Banjar mengupas kelanjutan kandungan hadis-hadis pilihan dalam kitab Arbain Nawawiyah, dengan penekanan pada nilai ketakwaan, kejujuran, pengendalian hawa nafsu, serta pentingnya berbuat kebaikan antarsesama dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui metode tanya jawab guna memastikan nilai-nilai kebaikan tersebut dapat dipahami dan diresapi secara mendalam.
Penyuluh dari Kemenag Kota Banjar turut memberikan apresiasi atas antusiasme dan kesungguhan para santri warga binaan dalam menyimak serta mencatat setiap untaian hadis yang dipelajari. Menurutnya, pemahaman hadis tematik seperti Arbain Nawawiyah sangat efektif dijadikan pedoman praktis bagi warga binaan untuk membangun benteng moral, memperbaiki tata krama, serta menumbuhkan keikhlasan dalam menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Program Pesantren Ruhhul Qudsi ini sendiri merupakan salah satu inovasi unggulan pembinaan kepribadian di Lapas Banjar yang memadukan kurikulum keagamaan terstruktur dengan pembiasaan ibadah harian. Melalui sinergi lintas instansi ini, Lapas Banjar berkomitmen menyediakan sarana edukasi spiritual yang konsisten, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani sanksi pidana, melainkan juga memperoleh bekal ilmu agama yang kokoh untuk reintegrasi sosial di masa mendatang.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan di Pesantren Ruhhul Qudsi merupakan sarana fundamental dalam proses pemulihan kesadaran dan transformasi perilaku warga binaan.
"Pembinaan kepribadian melalui pendalaman hadis ini diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan batin sekaligus menjadi lentera bagi warga binaan dalam memperbaiki diri. Kolaborasi berkesinambungan bersama Kemenag Kota Banjar menjadi wujud nyata komitmen kami untuk mencetak insan yang bertakwa, berakhlak mulia, dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat saat bebas nanti," ujar Tutut Prasetyo.
Melalui bimbingan rutin ini, jajaran pembinaan Lapas Banjar terus memantau perkembangan moral dan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti setiap modul keagamaan, yang juga menjadi bagian dari rekam jejak penilaian pembinaan pada Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan tertib, khusyuk, dan aman, diakhiri dengan doa bersama sebelum para santri warga binaan kembali ke blok hunian masing-masing. (AT/Timhumaslapasbanjar)
#perdalam-ilmu-agama-santri-ruhhul-qudsi-warga-binaan-lapas-banjar-ikuti-pembinaan-hadis-arbain-bagian-ii-bersama-kemenag
← Kembali