Tim Marawis Al Banjari Lapas Banjar Semarakkan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Wujud Pembinaan Menuju Reintegrasi Sosial
Kode: Reintegrasi Sosial
Sabtu, 04 Juli 2026
Banjar, 3 Juli 2026 – Tim Marawis Al Banjari binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar turut memeriahkan kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Jami Al-Ikhlas, Lembur Balong, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jumat (3/7).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banjar beserta jajaran unsur Pemerintah Kota Banjar, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam menyemarakkan syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Tim Marawis Al Banjari membawakan lantunan shalawat dan hadrah yang mengiringi rangkaian acara peringatan Tahun Baru Islam. Penampilan yang sarat dengan nilai-nilai religius tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir serta menambah kekhidmatan suasana peringatan tahun baru Hijriah.
Tim Marawis Al Banjari merupakan kelompok seni islami yang dibina melalui Program Pesantren Ruhul Qudsi Masjid Baiturrahman Al Munibin yang berada di Lapas Banjar. Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi program pembinaan kepribadian bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membangun rasa percaya diri melalui kegiatan yang bermanfaat.
Keikutsertaan warga binaan dalam kegiatan keagamaan bersama masyarakat juga merupakan bagian dari proses *reintegrasi sosial*, yaitu upaya mempersiapkan mereka agar mampu kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, produktif, dan diterima di lingkungan sosialnya. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung hasil pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Banjar, sehingga diharapkan tumbuh kepercayaan dan penerimaan terhadap warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
Kepala Lapas Banjar yang diwakili oleh Ka. Subsi Registrasi, menyampaikan bahwa keberhasilan proses reintegrasi sosial tidak hanya bergantung pada pembinaan yang dilakukan di dalam Lapas, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat.
"Kami berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dengan memberikan kesempatan, dukungan, dan penerimaan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Reintegrasi sosial merupakan tanggung jawab bersama agar mereka dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya secara positif di tengah masyarakat," ujarnya.
Melalui penampilan Tim Marawis Al Banjari pada peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Lapas Banjar menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga membangun jembatan antara warga binaan dengan masyarakat sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.
Dukungan dari pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terjalin sebagai bagian penting dalam menyukseskan proses reintegrasi sosial warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banjar beserta jajaran unsur Pemerintah Kota Banjar, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam menyemarakkan syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Tim Marawis Al Banjari membawakan lantunan shalawat dan hadrah yang mengiringi rangkaian acara peringatan Tahun Baru Islam. Penampilan yang sarat dengan nilai-nilai religius tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir serta menambah kekhidmatan suasana peringatan tahun baru Hijriah.
Tim Marawis Al Banjari merupakan kelompok seni islami yang dibina melalui Program Pesantren Ruhul Qudsi Masjid Baiturrahman Al Munibin yang berada di Lapas Banjar. Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi program pembinaan kepribadian bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membangun rasa percaya diri melalui kegiatan yang bermanfaat.
Keikutsertaan warga binaan dalam kegiatan keagamaan bersama masyarakat juga merupakan bagian dari proses *reintegrasi sosial*, yaitu upaya mempersiapkan mereka agar mampu kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, produktif, dan diterima di lingkungan sosialnya. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung hasil pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Banjar, sehingga diharapkan tumbuh kepercayaan dan penerimaan terhadap warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
Kepala Lapas Banjar yang diwakili oleh Ka. Subsi Registrasi, menyampaikan bahwa keberhasilan proses reintegrasi sosial tidak hanya bergantung pada pembinaan yang dilakukan di dalam Lapas, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat.
"Kami berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dengan memberikan kesempatan, dukungan, dan penerimaan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Reintegrasi sosial merupakan tanggung jawab bersama agar mereka dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya secara positif di tengah masyarakat," ujarnya.
Melalui penampilan Tim Marawis Al Banjari pada peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Lapas Banjar menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga membangun jembatan antara warga binaan dengan masyarakat sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.
Dukungan dari pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terjalin sebagai bagian penting dalam menyukseskan proses reintegrasi sosial warga binaan.
#tim-marawis-al-banjari-lapas-banjar-semarakkan-peringatan-tahun-baru-islam-1448-h-wujud-pembinaan-menuju-reintegrasi-sosial
← Kembali