Produktif dan Bernilai Ekonomi Telur Hasil Pembinaan Warga Binaan Lapas Banjar Laris di Pasaran

Produktif dan Bernilai Ekonomi Telur Hasil Pembinaan Warga Binaan Lapas Banjar Laris di Pasaran

Kode: Produktif dan Bernilai Ekonomi Telur Hasil Pembinaan Warga Binaan Lapas Banjar Laris di Pasaran Rabu, 26 Agustus 2026
BANJAR — Program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui kegiatan budidaya ayam petelur yang tidak hanya menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi Warga Binaan, tetapi juga menghasilkan produk telur yang diminati masyarakat dan petugas.

Telur ayam hasil kegiatan pembinaan kemandirian tersebut saat ini telah dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat dan petugas Lapas Banjar. Tingginya minat terhadap produk telur tersebut terlihat dari rata-rata penjualan yang mencapai sekitar 30 kilogram per hari.

Kegiatan budidaya ayam petelur merupakan bagian dari upaya Lapas Banjar dalam memberikan keterampilan produktif kepada Warga Binaan. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan dilibatkan dalam berbagai tahapan, mulai dari pemeliharaan ayam, pemberian pakan, pengawasan kesehatan ternak, hingga proses pengumpulan dan penanganan telur sebelum dipasarkan.

Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian tidak hanya diarahkan untuk mengisi waktu Warga Binaan dengan kegiatan positif, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Program pembinaan kemandirian ini kami arahkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka selesai menjalani masa pidana. Budidaya ayam petelur menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif yang hasilnya dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dan petugas dalam membeli telur hasil pembinaan menjadi motivasi tersendiri bagi Warga Binaan untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas kegiatan.

“Rata-rata sekitar 30 kilogram telur dapat terjual setiap hari. Ini menunjukkan bahwa produk hasil pembinaan mendapat respons yang baik. Tentunya kami akan terus mendorong agar pengelolaan kegiatan semakin baik, baik dari sisi kualitas produk maupun keterampilan Warga Binaan,” lanjutnya.

Selain memberikan keterampilan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian. Warga Binaan belajar memahami bahwa sebuah kegiatan usaha membutuhkan ketekunan dan konsistensi untuk menghasilkan produk yang dapat diterima konsumen.

Salah seorang petugas Lapas Banjar yang turut membeli telur hasil pembinaan mengapresiasi keberadaan program tersebut. Menurutnya, membeli produk hasil pembinaan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap proses pembinaan Warga Binaan.

“Selain mendapatkan telur untuk kebutuhan sehari-hari, kita juga ikut mendukung hasil karya Warga Binaan. Harapannya kegiatan seperti ini terus berkembang dan hasil produksinya semakin baik,” tuturnya.

Lapas Banjar berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang memiliki nilai produktif dan berkelanjutan. Tidak hanya menghasilkan produk, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan diri Warga Binaan sekaligus mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkontribusi secara positif setelah kembali ke masyarakat.

Melalui pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas, Lapas Banjar terus mendorong terwujudnya proses pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat.
#produktif-dan-bernilai-ekonomi-telur-hasil-pembinaan-warga-binaan-lapas-banjar-laris-di-pasaran
← Kembali