Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan, Lapas Banjar Gandeng Dinkes Kota Banjar
Kode: Kesehatan Rutin
Selasa, 29 September 2026
BANJAR, — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar terus berkomitmen memenuhi hak kesehatan warga binaan melalui pelayanan kesehatan yang rutin dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjar, salah satunya melalui pelayanan kesehatan oleh Puskesmas Pataruman 2 yang dijadwalkan pada minggu ini. Setiap harinya, rata-rata 40–50 warga binaan memanfaatkan layanan untuk mendapatkan pemeriksaan, konsultasi, pengobatan, dan edukasi kesehatan.
Berdasarkan pelayanan kesehatan hari ini, tiga penyakit yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), skabies, dan dyspepsia. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas kesehatan untuk terus melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit, kebersihan diri, dan pola hidup sehat di lingkungan Lapas.
Dokter Rani Megawati dari Puskesmas Pataruman 2 mengimbau warga binaan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan. “Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah sederhana untuk mencegah penularan penyakit. Apabila mengalami gejala seperti batuk, gatal pada kulit, atau gangguan pencernaan, segera sampaikan kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani sejak dini,” pesannya.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan selama menjalani masa pembinaan. “Warga binaan tetap memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pataruman 2, kami berupaya memastikan kebutuhan kesehatan warga binaan dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Tutut.
Melalui kolaborasi tersebut, Lapas Banjar terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berkelanjutan. Selain memberikan pengobatan, pelayanan juga diarahkan pada upaya promotif dan preventif agar kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga serta mendukung kelancaran proses pembinaan hingga mereka kembali ke masyarakat. (SM/Timhumaslapasbanjar)
Berdasarkan pelayanan kesehatan hari ini, tiga penyakit yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), skabies, dan dyspepsia. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas kesehatan untuk terus melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit, kebersihan diri, dan pola hidup sehat di lingkungan Lapas.
Dokter Rani Megawati dari Puskesmas Pataruman 2 mengimbau warga binaan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan. “Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah sederhana untuk mencegah penularan penyakit. Apabila mengalami gejala seperti batuk, gatal pada kulit, atau gangguan pencernaan, segera sampaikan kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani sejak dini,” pesannya.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan selama menjalani masa pembinaan. “Warga binaan tetap memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pataruman 2, kami berupaya memastikan kebutuhan kesehatan warga binaan dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Tutut.
Melalui kolaborasi tersebut, Lapas Banjar terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berkelanjutan. Selain memberikan pengobatan, pelayanan juga diarahkan pada upaya promotif dan preventif agar kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga serta mendukung kelancaran proses pembinaan hingga mereka kembali ke masyarakat. (SM/Timhumaslapasbanjar)
#penuhi-hak-kesehatan-warga-binaan-lapas-banjar-gandeng-dinkes-kota-banjar
← Kembali