Matangkan Kesiapan Verifikasi Lapangan Penilaian Budaya Integritas, Lapas Banjar lakukan internalisasi dan penguatan integritas

Matangkan Kesiapan Verifikasi Lapangan Penilaian Budaya Integritas, Lapas Banjar lakukan internalisasi dan penguatan integritas

Kode: APBI Sabtu, 10 Oktober 2026
KOTA BANJAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar menggelar internalisasi dan penguatan integritas Budaya Integritas kepada pegawai, warga binaan dan peserta magang Kemnaker Lapas Banjar, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini menjadi juga sebagai langkah strategis untuk memantapkan kesiapan seluruh lini, sehubungan dengan Lapas Banjar sebagai salah satu kontestan yang sedang dalam penilaian kontestasi Anugrah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) yang akan menjadi sampel penilaian / verifikasi langsung oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

APBI merupakan instrumen evaluasi budaya integritas yang menjadi fondasi utama dalam skema pembangunan Zona Integritas, salah satu metode penilaiannya melalui peninjauan langsung di lapangan, mulai dari penguasaan substansi dokumen Lembar Kerja Evaluasi (LKE), mitigasi risiko, kesiapan sarana prasarana layanan, hingga etika pelayanan aparatur.

Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, dalam arahannya menekankan bahwa predikat integritas harus tercermin secara konkret dalam budaya kerja sehari-hari, bukan sebatas pemenuhan data administratif.
"Penilaian APBI adalah tolok ukur kesungguhan kita dalam menolak pungli, gratifikasi, serta menjaga marwah institusi. Sebagai salah satu satuan kerja di Jawa Barat yang akan dinilai, maka seluruh ketua kelompok kerja (pokja), operator, hingga petugas di pos layanan terdepan harus menguasai tugas pokok, memahami dokumen mitigasi risiko, serta memberikan pelayanan dengan tulus, santun, dan profesional," tegas Tutut Prasetyo.

Kegiatan internalisasi dan penguatan tersebut turut merinci kesiapan teknis di setiap pos pengawasan dan pelayanan publik. Jajaran pengamanan terdepan di Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) maupun Pintu Utama (P2U) diinstruksikan untuk selalu siaga, berpenampilan rapi dengan atribut lengkap, serta mengedepankan budaya senyum, sapa, dan salam. Kesiapan fasilitas juga diperiksa menyeluruh, mencakup Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ruang kunjungan, dapur higienis, blok hunian, sarana pembinaan kemandirian (Bimker), hingga area ibadah dan sarana edukasi.

Guna memperkuat akselerasi perubahan budaya kerja, masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Zona Integritas Lapas Banjar turut mematangkan sederet inovasi pendukung.

Pada Pokja 1 (Manajemen Perubahan) digulirkan program "1 Hati" (Satu Hari Satu Aksi Integritas), penguatan agen perubahan, serta pemilihan pegawai inspiratif, disusul Pokja 2 (Penataan Tatalaksana) dengan inovasi "SOP One Touch" berbasis pemindaian kode batang. Sementara itu, Pokja 3 (Penataan Sistem Manajemen SDM) menghadirkan dashboard pemantauan kompetensi pegawai bertajuk "KOMPAS", Pokja 4 (Penguatan Akuntabilitas) mengusung dashboard kinerja dan pelaporan "PANTAS", Pokja 5 (Penguatan Pengawasan) mengukuhkan sistem mitigasi "JAGA BANJAR", serta Pokja 6 (Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik) mempermudah akses layanan masyarakat dan warga binaan melalui mekanisme informasi "SAPA BANJAR".

Melalui konsolidasi dan simulasi intensif ini, jajaran Lapas Banjar berkomitmen menjaga soliditas, kejujuran, dan profesionalisme agar rangkaian evaluasi APBI berjalan lancar serta menghasilkan capaian terbaik demi terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang bersih dan akuntabel. (AT/Timhumaslapasbanjar)
#matangkan-kesiapan-verifikasi-lapangan-penilaian-budaya-integritas-lapas-banjar-lakukan-internalisasi-dan-penguatan-integritas
← Kembali