Lapas Banjar Laksanakan Sidang TPP Tindak Lanjut Program Rehabilitasi dan Reedukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Lapas Banjar Laksanakan Sidang TPP Tindak Lanjut Program Rehabilitasi dan Reedukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Kode: SIDANG TPP Kamis, 08 Oktober 2026
BANJAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai tindak lanjut Program Rehabilitasi dan Re-edukasi Berbasis Ketahanan Pangan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan secara virtual dengan melibatkan sejumlah pihak terkait dalam rangka memastikan proses pembinaan berjalan secara objektif, terukur, dan berkelanjutan.

Sidang TPP tersebut menghadirkan Tim Sidang TPP Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Garut, Asesor Lapas Banjar, tim medis, wali pemasyarakatan, pembina kepribadian, pembina kemandirian, serta 27 orang warga binaan yang telah memenuhi kriteria sesuai hasil asesmen.

Pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari rangkaian asesmen Program Rehabilitasi dan Re-edukasi Berbasis Ketahanan Pangan. Program ini diarahkan untuk mendukung proses pembinaan warga binaan melalui kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan dan perubahan perilaku, tetapi juga penguatan keterampilan serta kemandirian melalui kegiatan ketahanan pangan.

Rangkaian pelaksanaan program diawali dengan identifikasi data warga binaan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pelaksanaan asesmen. Hasil asesmen kemudian melalui tahap review sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut program.

Setelah seluruh tahapan asesmen dan review selesai, Lapas Banjar melakukan pengusulan untuk pelaksanaan Sidang TPP pada Rabu, 7 Oktober 2026. Selanjutnya, Sidang TPP dilaksanakan secara virtual pada Kamis, 8 Oktober 2026 dengan melibatkan unsur terkait untuk membahas dan memberikan rekomendasi terhadap hasil asesmen warga binaan.

Melalui pelaksanaan Sidang TPP ini, Lapas Banjar memastikan setiap proses pembinaan dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan pertimbangan yang komprehensif. Keterlibatan lintas pihak juga menjadi bagian penting dalam memastikan program Rehabilitasi dan Re-edukasi berjalan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing warga binaan.

Lapas Banjar berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pembinaan melalui program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Program Rehabilitasi dan Re-edukasi berbasis ketahanan pangan diharapkan dapat membekali warga binaan dengan kemampuan serta sikap positif sebagai bagian dari proses persiapan kembali ke tengah masyarakat.
#lapas-banjar-laksanakan-sidang-tpp-tindak-lanjut-program-rehabilitasi-dan-reedukasi-berbasis-ketahanan-pangan
← Kembali