Hak Warga Binaan Jadi Fokus Utama, Lapas Banjar Terima Pengawasan Terpadu Hakim Wasmat dan APH
Kode: Wasmat
Kamis, 29 Oktober 2026
KOTA BANJAR – Memastikan pemenuhan hak warga binaan dan efektivitas program pembinaan berjalan sesuai ketentuan, Lembaga Pemasyarakatan Banjar menerima kunjungan Hakim Pengawas dan Pengamat (Wasmat) Pengadilan Negeri Kota Banjar bersama unsur Aparat Penegak Hukum (APH) terpadu, bertempat di Lapas Banjar, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan sekaligus evaluasi penyelenggaraan layanan dan pembinaan bagi Warga Binaan di Lapas Banjar.
Pengawasan tersebut melibatkan Hakim Wasmat Pengadilan Negeri Kota Banjar, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Banjar, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Garut, serta advokat dari LBH Panglima Tasikmalaya. Kegiatan ini turut didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja serta Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Banjar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan wawancara terhadap lima orang warga binaan. Tim menggali informasi mengenai pemenuhan hak integrasi, partisipasi dalam program pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta perubahan perilaku selama menjalani masa pidana. Langkah ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan pengalaman mereka secara langsung sebagai bagian dari proses pengawasan.
Setelah wawancara, tim melanjutkan pemeriksaan dengan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan dan pembinaan. Area yang dikunjungi meliputi dapur, kamar hunian, bengkel kegiatan kerja, tempat ibadah, ruang pendidikan, perpustakaan, hingga Klinik Pratama Lapas Banjar.
Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan sehari-hari, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan keterampilan warga binaan.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyambut baik pelaksanaan pengawasan terpadu tersebut. Menurutnya, keterbukaan terhadap proses pengawasan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas layanan dan memastikan pembinaan berjalan sesuai ketentuan.
“Kegiatan Wasmat bersama jajaran APH Kota Banjar merupakan instrumen penting untuk memotret secara objektif dampak pembinaan yang kami jalankan. Kami senantiasa membuka akses peninjauan sarana dan program secara transparan agar hak-hak warga binaan terpenuhi dengan layak. Sinergi ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membina dan mengawal warga binaan agar kembali menjadi pribadi yang taat hukum dan berdaya guna,” ujar Tutut Prasetyo.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjar bersama unsur APH memperkuat koordinasi dalam mengawal pelaksanaan putusan pengadilan, mengevaluasi pembinaan, dan memastikan pelayanan bagi warga binaan mendapat perhatian yang semestinya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman. Sinergi lintas institusi ini diharapkan terus mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang transparan, humanis, dan berkeadilan.
(AT/Tim Humas Lapas Banjar)
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan sekaligus evaluasi penyelenggaraan layanan dan pembinaan bagi Warga Binaan di Lapas Banjar.
Pengawasan tersebut melibatkan Hakim Wasmat Pengadilan Negeri Kota Banjar, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Banjar, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Garut, serta advokat dari LBH Panglima Tasikmalaya. Kegiatan ini turut didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja serta Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Banjar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan wawancara terhadap lima orang warga binaan. Tim menggali informasi mengenai pemenuhan hak integrasi, partisipasi dalam program pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta perubahan perilaku selama menjalani masa pidana. Langkah ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan pengalaman mereka secara langsung sebagai bagian dari proses pengawasan.
Setelah wawancara, tim melanjutkan pemeriksaan dengan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan dan pembinaan. Area yang dikunjungi meliputi dapur, kamar hunian, bengkel kegiatan kerja, tempat ibadah, ruang pendidikan, perpustakaan, hingga Klinik Pratama Lapas Banjar.
Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan sehari-hari, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan keterampilan warga binaan.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyambut baik pelaksanaan pengawasan terpadu tersebut. Menurutnya, keterbukaan terhadap proses pengawasan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas layanan dan memastikan pembinaan berjalan sesuai ketentuan.
“Kegiatan Wasmat bersama jajaran APH Kota Banjar merupakan instrumen penting untuk memotret secara objektif dampak pembinaan yang kami jalankan. Kami senantiasa membuka akses peninjauan sarana dan program secara transparan agar hak-hak warga binaan terpenuhi dengan layak. Sinergi ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membina dan mengawal warga binaan agar kembali menjadi pribadi yang taat hukum dan berdaya guna,” ujar Tutut Prasetyo.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjar bersama unsur APH memperkuat koordinasi dalam mengawal pelaksanaan putusan pengadilan, mengevaluasi pembinaan, dan memastikan pelayanan bagi warga binaan mendapat perhatian yang semestinya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman. Sinergi lintas institusi ini diharapkan terus mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang transparan, humanis, dan berkeadilan.
(AT/Tim Humas Lapas Banjar)
#hak-warga-binaan-jadi-fokus-utama-lapas-banjar-terima-pengawasan-terpadu-hakim-wasmat-dan-aph
← Kembali