Dukung Pembinaan Kemandirian, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Banjar Tinjau Sarana Budidaya Ikan Cupang
Kode: Pembinaan
Rabu, 30 September 2026
KOTA BANJAR — Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Banjar meninjau langsung kesiapan sarana, tempat, dan perlengkapan budidaya ikan hias jenis cupang di area bimbingan kerja Lapas Banjar pada Rabu (30/09/2026).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kelayakan fasilitas dan infrastruktur pendukung program pelatihan kemandirian bagi warga binaan, sekaligus mempersiapkan sarana budidaya perikanan air tawar yang produktif dan bernilai ekonomis tinggi.
Dalam pemantauan tersebut, Kasi Binadik dan Giatja mengecek langsung kondisi wadah pemeliharaan, sistem sirkulasi dan aerasi air, ketersediaan pakan alami, rak penataan toples dan akuarium, serta kebersihan area budidaya agar memenuhi standar pemeliharaan ikan cupang yang optimal.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa pengembangan keterampilan di bidang budidaya ikan hias merupakan langkah konkret dalam memperkaya variasi pembinaan kemandirian yang aplikatif bagi warga binaan.
"Program budidaya ikan cupang ini disiapkan agar warga binaan memperoleh keahlian teknis yang relevan dengan peluang usaha di luar lapas. Kami ingin memastikan setiap sarana dan prasarana benar-benar siap pakai, sehingga proses pelatihan berjalan efektif dan mampu membentuk jiwa wirausaha yang mandiri," ujar Tutut Prasetyo.
Selain memeriksa kesiapan alat, jajaran Binadik dan Giatja turut merancang skema pendampingan teknis dan modul pelatihan, mulai dari pemilihan indukan berkualitas, proses pemijahan (breeding), perawatan burayak, hingga strategi penyortiran dan perawatan warna ikan.
Pemeriksaan fasilitas berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sebagai wujud komitmen Lapas Banjar dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang berdaya guna serta berkelanjutan. (AT/Timhumaslapasbanjar)
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kelayakan fasilitas dan infrastruktur pendukung program pelatihan kemandirian bagi warga binaan, sekaligus mempersiapkan sarana budidaya perikanan air tawar yang produktif dan bernilai ekonomis tinggi.
Dalam pemantauan tersebut, Kasi Binadik dan Giatja mengecek langsung kondisi wadah pemeliharaan, sistem sirkulasi dan aerasi air, ketersediaan pakan alami, rak penataan toples dan akuarium, serta kebersihan area budidaya agar memenuhi standar pemeliharaan ikan cupang yang optimal.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa pengembangan keterampilan di bidang budidaya ikan hias merupakan langkah konkret dalam memperkaya variasi pembinaan kemandirian yang aplikatif bagi warga binaan.
"Program budidaya ikan cupang ini disiapkan agar warga binaan memperoleh keahlian teknis yang relevan dengan peluang usaha di luar lapas. Kami ingin memastikan setiap sarana dan prasarana benar-benar siap pakai, sehingga proses pelatihan berjalan efektif dan mampu membentuk jiwa wirausaha yang mandiri," ujar Tutut Prasetyo.
Selain memeriksa kesiapan alat, jajaran Binadik dan Giatja turut merancang skema pendampingan teknis dan modul pelatihan, mulai dari pemilihan indukan berkualitas, proses pemijahan (breeding), perawatan burayak, hingga strategi penyortiran dan perawatan warna ikan.
Pemeriksaan fasilitas berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sebagai wujud komitmen Lapas Banjar dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang berdaya guna serta berkelanjutan. (AT/Timhumaslapasbanjar)
#dukung-pembinaan-kemandirian-kasi-binadik-dan-giatja-lapas-banjar-tinjau-sarana-budidaya-ikan-cupang
← Kembali